**Ukiran Takdir Ryu-Yeon**
- Bab 1:Pahatan Terakhir - Udara pagi menyelimuti desa pegunungan itu dengan kabut tipis yang menggantung di antara pepohonan. Di sudut sebuah rumah tua dari kayu, terdengar suara halus ukiran—ketika bilah pahat menari di atas sebatang kayu cemara. Di sana duduk seorang anak lelaki, Ryu-Yeon, usia sepuluh tahun, tubuhnya kurus, rambutnya berantakan, tapi matanya penuh tekad. Sudah dua minggu sejak ayahnya meninggal karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya perlahan. Dunia Ryu-Yeon menjadi sunyi sejak saat itu. Ia tak memiliki ibu, dan tak ada sanak saudara yang datang setelah pemakaman sederhana itu selesai. Hanya ukiran-ukiran kayu milik ayahnya yang tersisa, menempel di dinding rumah seperti kenangan yang tak mau pergi. Hari ini, ia memahat sesuatu yang sangat istimewa—patung kecil bergambar ayah dan ibunya, berdiri berda...